Film: Cinta Anak Punk

July 10th, 2009 by KlikArtis.com
Film: Cinta Anak Punk


Film: Cinta Anak Punk

lrg 31 punks Film: Cinta Anak PunkHanya dengan uang Rp 21 ribu, mereka nekat pergi ke Jakarta. Sekelompok punker asal Malang, Yoji (diperankan oleh Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda), dan Almira (Aulia Sarah), mau menemani Arok (Vino Bastian) menemui Maia, yang sebentar lagi naik ke pelaminan. Arok ingin menyatakan cinta sekaligus menggagalkan pernikahan Maia.

Arok menyukai Maia sejak dulu. Namun, Arok tak punya nyali untuk mengungkapkannya. Selang beberapa waktu setelah kepindahan Maia ke Jakarta, Arok mendapat undangan pernikahan sang pujaan hati. Bisa diduga, Arok jadi uring-uringan. Bahkan ia berniat bunuh diri, namun berhasil digagalkan.

Dalam perjalanan ke Jakarta, mereka justru nyasar ke Bromo karena salah menumpang truk. Maka penonton pun diajak berwisata sambil menikmati keindahan Bromo. Berbagai romantika memang ditemui dalam perjalanan, seperti terkena banjir di Semarang, menumpang mobil jenazah yang sopirnya mengantuk, berduel dengan tukang sate, hingga mengamen lagu dangdut di lampu merah.

Itu semua membuat film berjudul Punk in Love lebih terasa seperti sebuah film road trip ketimbang komedi. Penonton diajak berpetualang dari Malang, Bromo, Blitar, Cepu, Kudus, Semarang, Cirebon, hingga akhirnya ke Jakarta.



Film kelima garapan Ody C. Harahap ini lebih padat makna. Ody mencoba mencari arti sebuah kehidupan anak punk, tak sekadar mengangkat segi fashion. Ia, misalnya, menyoal antikemapanan. “Maksudnya, kita bebas memilih cara hidup kita sendiri tanpa harus seragam dengan orang lain,” kata Almira kepada tiga kawannya.

Ody ingin menyampaikan bahwa sejumlah hal, seperti cinta, persahabatan, dan keinginan, mengikuti kata hati. “Tapi yang paling penting, pesan saya adalah don’t judge a book by it’s cover. Jangan mengklaim anak-anak dari penampilan luarnya saja,” kata Ody.

Sebelum memulai syuting film ini, ia menyelami kehidupan sebuah komunitas punker di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Tak cuma mendukung, bahkan kelompok band komunitas itu membuatkan lagu untuk soundtrack film ini. Beberapa peristiwa nyata juga dimasukkan dalam adegan, misalnya saat tokoh Mojo menebeng mobil jenazah dan truk tepung.

Gaya bertutur film ini mirip Realita Cinta Rock n Roll milik Upi, namun Ody lebih senang menyebutnya sebagai film komedi. Beberapa scene yang diharapkan menjadi banyolan, justru garing. Lihat saja saat Mojo berproklamasi di pusara Soekarno dan pada adegan awal ketika di makam.

Vino Bastian yang jadi figur jualan pun tak terlalu memberi penyegaran. Itu berbeda dengan akting Andhika Pratama yang total. Wajah kalemnya dipoles dengan rambut mohawk berwarna pink dan anting bulu di kuping kiri. Dekil dan polos. Logat asli Malangnya yang medok menjadi nilai lebih ketimbang Vino, Yogi, dan Aulia.

AGUSLIA HIDAYAH

Tempo

Related Posts:


Leave a Reply

Featured Post

Maria Eva Janji Bantu Korban Lapindo

April 16th, 2010 by KlikArtis.com

KD Putus Cinta, Anang dan Syahrini di Bali

April 13th, 2010 by KlikArtis.com

Lia Trio Macan: Adegan Berbikini, Wajar.

January 30th, 2010 by KlikArtis.com

Foto Adegan Syur Trio Macan Beredar di Internet

January 30th, 2010 by KlikArtis.com
Moto GP Racing Photo Gallery Artis Indonesia Supermodel