Dewi Yull Lebih Terbiasa Akting Konvensional
July 15th, 2009 by KlikArtis.com
Dewi Yull, 48, penyanyi sekaligus actress yang dikenal masyarakat lewat sinetron Losmen (TVRI di tahun 1980-an) mengaku harus mulai membiasakan diri untuk berakting dengan sepenuhnya menghapal naskah dialog di rumah. Hal ini dilakukan Dewi karena mulai awal Juli ini ia berakting dalam sinetron berjudul Manohara yang sedang kejar tayang.
Pengakuan itu diungkapkan Dewi Yull yang ditemui TEMPO dalam acara Peluncuran Sinetron Manohara di kantor pusat Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Jakarta Barat (14/7).
Sinetron kejar tayang sendiri merupakan jenis sinetron yang pembuatan tiap satu episodenya harus selesai minimal 18 jam sebelum episode itu sendiri ditayangkan. Sinetron Manohara yang akan ditayangkan RCTI mulai 20 Juli 2009 nanti merupakan sinetron kejar tayang yang akan ikut dibintangi oleh Dewi Yull.
Dewi Yull menyatakan bahwa ia sebenarnya lebih terbiasa dengan aturan akting model konvensional, yaitu model akting yang digunakan dalam pembuatan film layar lebar ataupun sinetron non-kejar tayang di mana seorang aktor ataupun aktris masih diberi toleransi untuk menghapal kembali suatu dialog di lokasi shooting bila memang ia membuat kesalahan dalam mengucapkan suatu dialog.
»Saya lebih terbiasa dengan aturan akting model konvensional, yaitu akting untuk di film layar lebar atau sinetron biasa yang tidak kejar tayang. Di situ, aktor atau aktris masih boleh membaca kembali naskah dialog bila ia membuat kesalahan dialog saat pengambilan gambar, tetapi dalam sinetron kejar tayang itu kan tidak boleh” ungkapnya.
Sinetron Manohara yang sifatnya kejar tayang membuat Dewi harus sudah hapal tiap dialog sebelum datang ke lokasi shooting, sehingga selama di rumah, ia harus sudah hapal tiap naskah dialog yang akan dimainkannya. Selain itu, ia juga merasa malu bila tidak mampu mengimbangi kemampuan menghapal naskah dialog dari aktor dan aktris muda yang menjadi lawan mainnya.
»Aktor dan aktris muda saat ini luar biasa, mereka benar-benar telah terbiasa dengan industri hiburan saat ini yang mengandalkan sinetron kejar tayang. Begitu tiba di lokasi shooting, mereka sudah tak lagi perlu menghapal dialog. Mereka telah hapal itu di luar kepala, malu dong kalo saya tidak mampu mengimbangi mereka,” paparnya.
Dewi mengatakan bahwa selama bermain dalam sinetron Manohara yang kejar tayang ini, ia menghapal dialog setiap hari di rumahnya.
»Ya setiap hari. Begini ya, ini kan sinetron yang kejar tayang, setiap hari kami shooting dari jam 6 pagi hingga jam 10 atau jam 11 malam, dan demikian juga dirolling seperti itu lagi, jadi ya setiap hari saya harus menghapal tiap naskah dialog di rumah, sehingga begitu sampai di
lokasi shooting, kita bisa langsung berdiskusi soal aspek emosi dari dialog yang dimainkan, tak perlu lagi diskusi soal benar-tidaknya isi dialog yang harus diucapkan” jelasnya.










